Unsur Hara Esensial

Mengawali tulisan saya tentang pertanian, saya mencoba membahas unsur-unsur hara esensial yang dibutuhkan tanaman. Semoga bermanfaat.

unsur hara esiensial

Pengelompokan dan ketersedian unsur hara esensial bagi tanaman

I. Pendahuluan

Pertumbuhan, perkembangan dan produksi
suatu tanaman ditentukan oleh dua faktor utama
yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah
satu faktor lingkungan yang sangat menentukan
lajunya pertumbuhan, perkembangan dan
produksi suatu tanaman adalah tersedianya
unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah.
Diantaranya 105 unsur yang ada di atas
permukaan bumi, ternyata baru 16 unsur yang
mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk
dapat menyelesaikan siklus hidupnya dengan
sempurna. Pengelompokan
unsur hara makro dan mikro tersebut dilihat dari
jumlah (kualitas) yang dibutuhkan oleh tanaman.
Unsur hara makro dibutuhkan dalam jumlah
relatif banyak sebesar ≥ 1000 µg-1 berat kereing
tanaman, sedangkan unsur hara mikro sebesar
≤ 100 μg-1 berat kering tanaman ( Oertli 1979)
Ke 16 unsur tersebut terdiri dari 9 unsur makro
dan 7 unsur mikro. 9 unsur makro dan 7 unsur
mikro inilah yang disebut sebagai unsur -unsur
esensial. Ada
tiga kriteria yang harus dipenuhi sehingga suatu
unsur dapat disebut sebagai unsur esensial: yang
pertama Unsur tersebut diperlukan untuk
menyelesaikan satu siklus hidup tanaman secara
normal yang kedua unsur tersebut memegang
peran yang penting dalam proses biokhemis
tertentu dalam tubuh tanaman dan peranannya
tidak dapat digantikan atau disubtitusi secara
keseluruhan olehunsurlain. Serta yang ketiga,
peranan dari unsur tersebut dalam proses
biokimia tanaman dibutuhkan secara langsung.
Ketersediaan unsur-unsur esensial didalam
tanaman sangat ditentukan oleh pH. N pada pH
5.5 – 8.5, P pada pH 5.5 – 7.5 sedangkan K pada
pH 5.5 – 10 sebaliknya unsur mikro relatif tersedia
pada pH rendah.
Kenapa unsur hara tersebut dianggap penting,karena unsur
tersebut: Apabila tanaman tidak mendapatkan
unsur tersebut tidak dapat menyelesaikan siklus
hidup secara penuh, Unsur yang bersangkutan
terlibat langsung dalam proses metabolisme,
fungsi fisiologisnya tidak dapat digantikan oleh
unsur lain.
Unsur hara esiensial adalah suatu yang mutlak
dibutuhkan tanaman dan tidak dapat digantikan
dengan apa pun ataupun dengan cara apapun.
Unsur hara esiensial dibagi menjadi 2 golongan
unsur hara makro dan unsur hara mikro yang
terdiri dari 9 unsur hara makro seperti nitrogen,
fosfat, kalium, karbon, hidrogen, kalsium,
magnesium, sulfur, ogsigen serta 7 unsur hara
mikro meliputi tembaga, besi, zinc, boron,
molibden, klor, mangan. Menurut tempat dan
lokasi tersedianya unsur-unsur ini di bagi 3
golongan yang pertama berasal dari udara dan air
tanah: karbon, hidrogen, dan oksigen. Yang
kedua seperti: nitrogen, fosfor, kalium, sulfur,
kalsium dan magnesium tersedia pada tanah.
Yang ketiga mencangkup besi, tembaga,
mangan, seng, molibdenum, boron dan klor,
unsur ini hanya sedikit dibutuhkan oleh tanaman
namun sangat diperlukan. Dengan semakin
meningkatnya teknologi pada alat-alat
labolarotorium maka akan ada perubahan yang
akan terjadi pada unsur-unsur diatas. Meskipun banyak tumbu-tumbuhan memperhatikan penampilan yang amat beragam
dan komplek, namun di luar dugaan susunan kimianya sama. Sintesis makanan tumbuhan dan
penggunaannya oleh tumbuhan tidak saja
memerlukan unsur-unsur kimiawi yang
terkandung dalam udara dan air tetapi juga
sejumlah unsur lain yang diperoleh dari tanah.
Karena unsur-unsur ini perlu unutk pertumbuhan
dan perkembangan, maka disebut unsur
esiensial. Betapapun dapat sangat beragam dalam
persyaratan akan tanah, suhu, dan cahaya serta
air, namun tumbuhan ini memerlukan unsur-
unsur ini. Dalam jumlah tertentu, persyaratan ini
kini diterima begitu saja dalam praktek pertanian,
tetapi pengetahuan mengenai hal tersebut
merupakan hasil peneliti yang mendalam oleh
para pakar fisiologi tumbuhan dan pakar kimia tanah. Akumulasi pengetahuan tenang hal itu menggambarkan salah satu penyempurnaan ilmiah yang luar biasa dalam seratus tahun terakhir ini.

II. ISI

Peranan unsur hara esensial
Percobaan dengan memelihara tumbuhan dalam
kultur air dan kultur pasir, serta pengawetan di
lapangan menyingkap bahwa kekurangan unsur
tertentu dapat menunjukkan gejala defiensi yang
dapat dikenali. Juga dapat dilihat bahwa adaya
interaksi antara unsur- unsur, dan bahwa suatu
keseimbangan unsur nutrien itu perlu untuk
pertumbuhan yang memadai.
Kandati telah banyak penelitian tentang itu belun
bisa di spesifik di antara banyak unsur hara
esensia itu belum di pahami secara sempurna.
Peranan karbon, hidrogen, dan oksigen jelaslah
sudah. Sebagai pembangun satuan gula, selulose,
proten, dan senyawa tumbuhan lain, maka
unsur-unsur tersebut merupakan kurang lebih
94% dari bobot kering tumbuhan.
Di dalam upaya memenuhi kebutuhan unsur hara
bagi tanaman perlu diperhatikan atas
keseimbangan antara jumlah kebutuhan unsur
hara makro dan mikro, jika keseimbangan itu
tidak terjadi maka akan penghambatan dalam
pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Beberapa akibat dari ketidak seimbangan tersebut diantaranya jika tanaman kelebihan Cu atau
sulfat akan menghambat penyerapan Mo, terlalu
banyak Zn, Mn, dan Cu dapat menghambat
penyerapan Fe, terlalu banyak P dapat
menebabkan kekurangan Zn, Fe, dan Cu, terlalu
banyak N kekurangan Cu, kelebihan N dan K sulit
menyerap Mn, terlalu banyak kapur menghambat
penyerapan B, kelebihan Fe,Cu, dan Zn dapat
mengurangi penyerapan Mn. Dari penjelasan
tersebut bahwa jangan melakukan pemupukan
dengan satu jenis pupuk secara terus-menerus
saja perlu diberikan pemupukan dengan unsur
yang lengkap antara unsur hara makro dan
mikronya.

Unsur hara makro

Suatu unsur yang dibutuhkan dalam jumlah
banyak dan harus tersedia bagi tanaman
beberapa unsur tersebut telah disebutkan diatas
(N, O, C, P, K, Ca, Mg ,S)

Nitrogen (N)

Tanaman menyerap unsur N dalam bentuk ion
nitrat, amonium, senyawa amino, protein. Fungsi
dari unsur nitrogen seperti merangsang
pertumbuhan tanaman secara keseluruhan,
merupakan bagian dari sel tanaman itu sendiri,
berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein
dalam tanaman, merangsang pertumbuhan
vegetatif ( warna hijau ) seperti daun. Adapun
tanaman yang kekurangan unsur N akan
mengalami pertumbuhan lambat/kerdil, daun
hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan
tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.
Namun jangan beranggaan bahwa kelebihan itu
baik buktinya jika kelebihan maka tanaman akan
terjadi penghambatan kematangan sel tanaman,
batang lemah dan mudah roboh, mengurangi
daya tahan tanaman terhadap penyakit.
Faktor-faktor yang mempengaruhi nitrifikasi
antara lain tata udara, nitrifikasi berjalan baik kalau
tata udara tanah baik, pH tanah, jika pH tanah
sekitar 7, Suhu, terlalu dingin itu padat
memperlambat nitrifikasi.
Penambahan N sering dilakukan dengan
pemberian melalui daun perlu diinggat bahwa bila
pemberian N melalui pemupukan daun terlalu
sering, maka akan terjadi penimbunan NH3 dalam
tubuh tanaman, dilain pihak ada hambatan
pembentukan protein dan asam nukleat
menyebabkan tanam-an mencari alternatif lain
yaitu pembentukan amida yaitu senyawa
sekunder yang rasanya pahit. Sebab bila NH3 ini
tertimbun dalam jumlah banyak justru akan
berbalik meracuni tanaman.

Fosfor(P)

Fosfor adalah salah satu unsur hara makro sangat
penting untuk pertumbuhan dan perkembangan
tanaman, namun kandungannya lebih rendah
dibandingkan nitrogen, kalium,dan kalsium.
Tanaman menyerap P dari tanah dalam bentuk
ion fosfat, terutama H2PO4- yang terdapat dalam
tanah. Ion H2PO4- lebih banyak dijumpai pada
tanah yang lebih masam, sedangkan pada pH
yang lebih tinggi (>7) bentuk HPO42- lebih
dominan. Disamping ion –ion tersebut, tanaman
dapat menyerap P dalam bentuk asam nukleat,
fitin dan fostohumat.
Bagi tanaman suplai P cukup mencapai kisaran 0,
3-0,5% berat kering tanaman dalam bentuk
teroksidasi. P dapat terserap cepat oleh akar
tanaman kemudian terlibat dalam proses
metabolisme tanaman. Cairan xylem
mengandung P 100-1000 kali lebih tinggi
dibandingkan larutan tanah di luar akar. Hal ini
menjukkan bahwa ada perbedaan kosentrasi P
yang tajam di dalam di dalam dan di luar luar
membran sel bulu-bulu akar tanaman.
Penyerapan P oleh tanaman dilakukan secara aktif
yang dikendalikan oleh metabolisme respirasi
kabohidrat.
Mendekatnya suatu unsur hara dari larutan tanah
ke permukaan akar dapat terjadi melalui tiga
proses, yaitu:
Interpensi akar atau dengan pertukaran kontak.
Difusi ion-ion dalam larutan tanah.
Gerakan ion-ion oleh gerakan masaa atau aliran
massa.
Yang kesemuanya merupakan metabolisme yang
dilaku tanaman secara langsung dan terus-
menerus.
Pergerakan ion fosfat pada umumnya disebabkan
oleh prosesdifusi, tetapi jika kandungan P larutan
tanah cukup tinggi, maka proses aliran massa
dapat berperanan dalam tranportasi tersebut. Ion
yang sudah berada di permukaan akar akan
menuju ronga luar akar melalui proses difusi
sederhana, jerapan pertukaran, dan kegiatan
bahan pembawa, selanjutnya ion memasuki
rongga dalam akar dengan melibatkan energi
metabolisme, yang dikenal sebagai serapan aktif.
Unsur ini diserap dalam bentuk ion H2PO4 ,
HPO4 dan PO4. Diantara ke-3 ion ini yang lebih
mudah diserap adalah ion H2PO4 karena
bermuatan satu ( valensi satu ) sehingga tanaman
hanya membutuhkan sedikit energi untuk
menyerapnya esensialitas dari unsur in iadalah 1.
Membentuk dalam penyusunan senyawa ATP
yaitu senyawa berenergi tinggi yang dihasilkan
dalam proses respirasi siklus kreb sehingga
tanaman dapat melakukan semua aktifitas
biokimianya seperti pembungaan, pembentukan
sel, transpirasi, transportasi dan fotosintesus
secara absorbsi. 2. Membentuk senyawa fitin
( Ca-Mg-inositol-6P) yang terdapat dalam biji
tepatnya dalam endosperm untuk proses
perkecambahan.3. Membentuk DNA dan RNA
untuk pembentukan inti sel DNA Nukleotida,
Adenin, guanin Deoxsiribosa, timin fosfat, sitosin
RNA nukleotida, adenin, guanin Ribosafosfat,
timin, urasil dan 4.Membentuk senyawa fosfolipid
yang berfungsi dalam mengatur masuk
keluarnya (permeabilitas) zat-zat makanan
didalam sel dan merupakan bahan dasar dari
bagian sel.
Fosfor berfungsi untuk pengangkutan energi hasil
metabolisme dalam tanaman, merangsang
pembungaan dan pembuahan, merangsang
pertumbuhan akar, merangsang pembentukan
biji, merangsang pembelahan sel tanaman dan
memperbesar jaringan sel tanaman. Jika tanaman
kekurangan unsur P gejaalanya : pembentukan
buah/dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna
keunguan atau kemerahan.
Fosfor di dalam tanah dapat dibedakan dalam dua
bentuk, yaitu P- organik dan P-anorganik. Gejala
kekurangan fosfor bagi tanaman pertumbuhan
kerdil (pembelahan sel terhambat), daun-daun
menjadi unggu atau coklat mulai dari ujung daun,
pembentukan buah tidak sempurna.

kalsium (Ca)

Elemen ini diserap dalam bentuk Ca. Sebagaian
basar terdapat dalam daun dan batang dalam
bentuk kalsium pektat yaitu dalam lamella pada
dinding sel yang menyebabkan tanaman
menpunyai dinding sel yang lebih tebal sehingga
tahan serangan hama dan penyakit. Fungsi
fisiologis Kalium yang sangat penting dalam
tubuh tanaman adalah dalam hubungan dengan
sintesa protein yang dibutuhkan untuk
pembelahan dan pembesaran sel-sel tanaman,
disamping dapat menetralkan asam – asam
organik yang dihasilkan pada proses metabolisme
tanaman sehingga tanaman terhindardari
keracunan
Kalsium diserap oleh tanaman dalam bentuk ion
Ca+. Kosentrasi Ca di dalam jaringan tanaman
nornal berkisar 0,1-5,0 berat kering. Ca diserap
tanaman secara pasif yaitu bergerak bersama-
sama aliran massa air akibat adanya tranpirasi,
sehingga banyaknya Ca yang bergerak
tergantung pada aliran tranpirasi.
Ujung akar adalah satu-satunya bagian akar yang
mampu melakukan penyerapan Ca. Penyerapan
Ca oleh akar dapat dihambat oleh kation-kation
lain yang bervalensi satu seperti K+. Klas
monolotil mengandung Ca lebih sedikit
dibandingkan dengan klas dikotil. Khusus kacang
tanah, Ca dapat langsung disepat oleh kulit polong
dan menumpuk pada lapisan luar polong.
Tranlokasi Ca di dalam tubuh tanaman berjalan
sangat sulit karena Ca tidak mobile, sehingga
konsentrasi Ca dalam larutan pholem sangat
rendah.
Gejala –gejala yang terjadi jika tanaman
kekurangan Ca tunas dan akar tidak dapat
tumbuh (pembelahan sel terhambat), sering
terjadi pencoklatan dan penggulungan daun pada
ujung daun.

kalium (K)

Elemen ini diserap dalam bentuk hampir pada
semua proses metabolisme tanaman, mulai dari
proses penyerapan air, transpirasi, fotosintesis,
respirasi, sintesa enzim dan aktifitas enzim. Esensi
unsur K adalah sebagai berikut: K merupakan
elemen yang higrokopis ( mudah menyerap air)
ini menyebabkan air banyak diserap didalam
stomata, tekanan osmotik naik, stomata
membuka sehingga gas CO2 dapat masuk untuk
proses fotosintesis dan K berperan sebagai
aktifitas untuk semua kerja enzim terutama pada
sintesa protein.
Ion Kalium mempunyai fungsi psikologis pada
asimilasi zat arang. Bila tanaman sama sekali tidak
diberi Kalium, maka asimilasi akan terhenti. Oleh
sebab itu pada tanaman yang banyak
menghasilkan hasil asimilasi seperti kentang, ubi
kayu, tebu, nanas, akan banyak memerlukan
Kalium (K2O) didalam tanah. Kalium berfungsi
pula pada pembelahan sel dan pada sintesa putih
telur. Pada saat terjadi pembentukan bunga atau
buah maka Kalium akan cepat ditarik oleh sebab
itu Kalium mudah bergerak.
Fungsi lain dari Kalium adalah pada pembentukan
jaringan penguat. Perkembangan jaringan
penguat pada tangkai daun dan buah yang
kurang baik sering menyebabkan lekas jatuhnya
daun dan buah, pembentukan pati, megaktifkan
enzim, pembukaan stomata, proses fisiologis
dalam tanaman, membantu proses metabolik
dalam sel serta daun-daun
pada teh dan tangkai buah kelapa bila kekurangan
Kalium akan terkulai dan buahnya lekas jatuh.
Tanaman yang kekurangan Kalium akan cepat
mengayu atau menggabus, hal ini disebabkan
kadar lengasnya yang lebih rendah. Menurut
penyelidikan mikro, Kalium berpengaruh baik
pada pembentukan serat-serat seperti pada
rosela, kapas dan rami dinding-dinding sel lebih
baik keadaannya dan lebih baik kandungan airnya,
sel-sel ini tumbuh lebih baik, lebih kuat dan lebih
panjang.

Magnesium (Mg)

Mg diserap dalam bentuk Mg++ . Esensi utama
dari unsur ini adalah: merupakan bagian dari
kloropil sehingga berhubungan langsung dengan
proses penting fotosintesis jika tanpa klorofil
tanaman tidak dapat berlangsung hidup dengan
sempurna dan merupakan malapetaka karena
tidak menghasilkan asimilat untuk pertumbuhan
tanaman lebih lanjut, menjadi pengikat antara
insin dan substrat sehingga kerja enzim bisa
berjalan normal.
Magnesium sebagai jembatan antara pirofosfat
dan ATP ataupun ADP dari molekul enzim. Kadar
magnesium pada jaringan tanaman sekitar 0,5%
relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar
K dan Ca. Makin tinggi penyerapan K, makin
rendah penyerapan Mg, jadi bersifat antagonistis
dengan K. Mg juga bersifat
mobile di dalam ploem, sehiga dengan cepat
ditranlokasikan dari daun tua menuju daun muda
atau pucuk tanaman yang defisiensi Mg.
Gejala kekurangan Mg bagi tanaman antara lain
daun menguning karena pembenutka klorofil
terganggu, terdapat garis kuning pada daun, serta
pada daun muda mengeluarkan lendir, klorosis,
daun menjadi kecil dan rapuh, pinggiran daun
menggulung.

Unsur hara mikro

Unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman
dalam jumlah kecil antara lain Besi(Fe), Mangaan
(Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molibden (Mo),
Boron (B), Klor(Cl).

Besi (F)

Besi diserap dalam bentuk Fe++ dan mempunyai
fungsi yang tidak dapat digantikan pada
pembentukan hijau daun. Besi juga merupakan
salah satu unsur yang diperlukan pada
pembentukan enzim-enzim pernapasan yang
mengoksidasikan hidrat arang menjadi gas asam
arang dan air. Besi didalam tanaman kurang
bergerak, oleh karena itu bila kekurangan besi
maka akan segera tampak gejala-gejala pada
bagian tanaman yang masih muda.
Unsur ini diserap oleh tanaman dalam bentuk
kation Fe dan esensi dari unsur ini adalah: Sebagai
gugus prostetik enzim katalase dan peroksidase
dan sebagai penyusun feredoxin yang terdapat
dalam klorofil. Didalam tubuh tanaman Fe berada
sebagai penyusun Fitoferitin yaitu garam Feri
Posfo Protein yang terdapat didalam kloroplas
dan senyawa ini yang menentukan proses
pembentukan klorofil kalau defisiensi Fe sebagai
penyusun klorfil tetapi untuk pembentukan klorofil
Fitoferitin yang mengandungFe. Dari dua esensi
unsur Fe ini terlihat bahwa Fe berkaitan erat
dengan klorofil yang berhubungan erat dengan
proses fotosintesis.
Jadi kalau Fe defisiensi maka proses fotosintesis
juga terhambat maka produksi pun terhambat
(dalam pembentukan klorofil), terjadinya kenaikan
kadar asam amino pada daun dan penurunan
jumlah ribosom secara drastis serta terjadi
penurunan kadar pigmen dan protein.

Mangan (Mn)

Mn diserap oleh tanaman dalam bentuk Mn++,
dengan tidak adanya unsur Mn maka tanaman
tidak bisa hidup, bila kekurangan Mn tanaman
akan menjadi klorotis, hijau daun tidak terbentuk.
Mn berpengaruh pula terhadap proses dessimilasi
yaitu pernafasan. Enzim-enzim yang mengatur
proses ini mengandung Mn.
Konsentrasi yang dapat membahayakan terletak
pada 10 sampai beberapa puluh miligram
perliternya. Bila terlalu banyak Mn terjadi klorose
seperti kekurangan Fe, juga susunan akar akan
mati dan berwarna merah coklat. Kelebihan Mn
dapat diberikan sedikit garam-garam besi yang
larut, maka klorose hilang karena kedua unsur
tersebut merupakan antagonis satu sama lainnya.
Unsur ini dalam tubuh tanaman mempunyai dua
fungsi esensil:1. Mn mengaktifkan enzim IAA
Oksidate yang berfungsi memecahkan IAA ( Indol
Acetic Acid ) yang tidak lain adalah hormon
auksin. Bila tanaman kekurangan Mn maka auksin
berada dalam konsentrasi tinggi dalam tubuh
tanaman sehingga terjadi hambatan
pertumbuhan ( tanaman kerdil ). Kita tahu bahwa
auksin dalam kadar rendah memacu pembelahan
dan pembesaran sel yang dimulai dari ekskresi
ion H+ dari sitoplasma ke dinding sel, akibatnya
tekanan pada dinding sel makin kuat, dengan
adanya imbibisi air maka sel terbelah dan
membesar yang mendorong pertumbuhan
tanaman tanaman sebaliknya bila auksin berada
dalam kadar tinggi akan menghambat
pertumbuhan tanamana auxsin berfungsi
sebagai, Pembelahan dan pembesaran sel
( pertumbuhan tanaman), mengaktifkan RNA
untuk pembentukan protein di
ribosom,merangsangpertumbuhankalusuntukmenjadiakar,
Merangsangperkecambahanbenih.Fungsi ke-2 Mn
yang tidak kalah penting adalah: pada proses
fotolisis air ( penguraian air ) sehingga terbentuk
energi yang dapat digunakan tanaman untuk
proses – proses meta-bolisme seperti absorbsi,
transpirasi, pembelahan sel, pembungaan,
pembentukan buah dll.
H2O—— 2H+ +2l + O2
Reaksi ini disebut juga reaksi Hill yang termasuk
dalam fotosintesis fase terang.

SENG ( Zn )

Unsur ini diserap oleh tanaman dalam bentuk ion
Zn ++. Esensialitas dari unsur ini ialah:1. Zn
berhubungan dengan pertumbuhan tanaman
sebab Zn menjadi katalisator pembentukan
triptophan yaitu salah satu jenis asam amino
yang menjadi prekursor (senyawa awal) dalam
pembentukan IAA yang selanjutnya menjadi
auksin yaitu hormon yang bekerja dalam
perkecambahan, pembelahan dan pembesaran
sel sehingga menentukan laju pertumbuhan
vegetatif tanaman.2. Zn merupakan bagian dari
enzim amilum sintetase ( pembentukan gula
menjadi amilum)3. Zn sebagai penyusun enzim
Karbonic anhidrase yang berfungsi sebagai buffer
terhadap perubahan per-tumbuhan.
H2O + CO2 ——— H2CO3
Sehingga H2O dan CO2 tersedia selalu untuk
proses fotosintesis tanaman.
Zink diserap dalam bentuk Zn++. Zink dalam
kadar rendah memberikan dorongan terhadap
pertumbuhan. Sedangkan bila kadar berlebih
walau sedikit akan menjadi racun bagi
tanaman.Persenyawaan-persenyawaan Zn
mempunyai fungsi pada pembentukan hormon
tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan
psikologis. Gejalagejala kekurangan Zn ialah daun
antara tulang-tulang daun berwarna merah
coklat.

Tembaga (Cu)

Unsur ini diserap dalam bentuk Cu ++. Jumlah
unsur ini 2 – 20 ppm per gram berat kering.Esensi
dari unsur ini adalah:1. Cu terdapat dalam
kloroplas sebagai penyusun plastosianin dan
stabilisator klorofil sehingga berhubungan juga
dengan proses fotosintesis.2. Dalam tubuh
tanaman membentuk Cu(OH)2 yang dapat
berfungsi sebagai basa kuat untuk mematikan
penyakit yang masuk ke dalam tubuh tanaman.3.
Membentuk senyawa ( Cu (NH3)4)++ untuk
mencegah terlalu banyaknya NH3 yang tertimbun
di dalam tubuh tanaman karena NH3 yang
berlebihan dalam tubuh tanaman akan bersifat
racun.
Unsur tembaga diserap oleh tanaman dalam
bentuk Cu++. Cu diperlukan pada pembentukan
beberapa macam enzym, oleh karena itu sangat
diperlukan walaupun dalam jumlah yang kecil.

Molibdenum (Mo)

Unsur ini diserap dalam bentuk MoO4- . Esensi
unsur ini:1. Sebagai aktivator dan penyusun
enzim sitrat reduktase yaitu enzim yang bekerja
membantu perubahan ion NO3- menjadi NH3
yang siap dipakai untuk pem-bentukan asam
amino dan protein untuk pembelahan dan
pembesaran sel.
Molibdin (Mo)
Diserap akar dalam bentuk ion Molibdat (MoO4).
Peranannya penting dalam pengikatan Nitrogen
yang bermanfaat pada tanaman Leguminose. Mo
juga penting bagi tanaman jeruk dan sayur-
sayuran

BORON ( B)

Sebelum dijelaskan lebih terperinci esensi unsur
boron bagi tanaman maka terlebih dahulu
diberikan penjelasan tentang sukrosa yang
merupakan gula dalam bentuk larutan didalam
tubuh tanaman. Sebagai mana kita tahu bersama
bahwa hasil fotosintesis adalah C6H12O6 (Zat
hidrat arang atau karbohidrat). Hidrat arang yang
paling sederhana adalah monosakarida
(CnH2nOn).
Borium diserap oleh tanaman dalam bentuk
BO8=. Kekurangan unsur ini dapat menyebabkan
kuncup-kuncup dan pucuk daun jadi mati.
Pertumbuhan didalam meristema akan
terganggu, yang menyebabkan terjadinya
kelainan-kelainan dalam pembentukan bekas
pembuluh, Sehingga pengangkutan makanan
akan terganggu.

Klor (Cl)

Klor terdapat sebagai ion didalam air-sel disemua
bagian tanaman. Kadarnya sangat berbeda-beda,
tergantung pada kandungan klorida dari
lingkungannya. Terutama tanaman-tanaman
halophyta banyak mengandung klor. Meskipun
ion-ion klor tidak melakukan fungsi psikologis
pada proses-proses pertukaran zat, akan tetapi ia
mempunyai pengaruh dalam hal itu, dan
pengaruhnya tidak selalu menguntungkan bahkan
kadang merugikan.
Pengaruh ion klor yang baik terhadap pertukaran
zat sudah tentu hanya selama konsentrasinya itu
terletak dibawah atau pada kondisi optimum,
yang dapat mendorong pembentukan klorofil,
dan pengaruhnya pada kandungan didalam
tanaman. Klor dapat mengurangi transpiratie
direm sehingga daun-daun akan menjadi lebih
berair.KLOR ( Cl ) adalah suatu unsur esensial mikro yang
mempunyai fungsi cukup penting bagi
pertumbuhan dan perkembangan suatu
tanaman. Walaupun demikian kegunaan fisiologis
dari unsur Cl sendiri bagi tanaman, belum
banyakdiketahui orang. Hal ini disebabkan karena
kurangnya penelitian – penelitian tentang unsur
yang satu ini, disamping kurangnya literatur yang
menulis tentang Cl ini secara mendetail dan jelas.
Perlu diingat bahwa Cl adalah salah satu unsur
esensial mikro, sehingga walaupun diperlukan
hanya dalam jumlah sedikit oleh tanaman ( Mg –
g/ tanaman ) tetapi unsur ini mutlak diperlukan
oleh tanaman karena :1. Fungsi dan peranan
unsur ini tidak dapat digantikan dengan unsur
lain.2. Fungsi dan peranan bio- kemisnya secara
spesifik.3. Fungsi dan peranannya secara
langsung dalam proses fisiologis tanaman.
Apa fungsi utama Cl bagi tanaman? Cl diserap
oleh tanaman dalam bentuk ion Cl, ion ini
mempunyai fungsi fisiologis yang sangat penting
dalam proses fotosintesis tanaman terutama pada
fase terang. Apabila ion Cl ini tidak tersedia maka
proses fotosintesis akan terhambat, otomatis per-
tumbuhan dan perkembangan tanamanpun akan
terhambat.6CO2 + 12H2O Sinar ClC6H12O6 + 6O2
+ 6H2O
Dalam proses fotosintesis fase terang, ion Cl
berperan penting dalam transfer elektron didalam
kloropil, sehingga terbentuk senyawa ATP
berenergi tinggi dan senyawa inilah yang
dipergunakan dalam fase gelap untuk
pembentukan karbohidrat ( C6H12O6 ).Apabila
ATP tidak terbentuk pada fase terang, otomatis
pembentukan karbohidrat pada fotosintesis fase
gelap akan terhambat. Disini dapat terlihat bahwa
betapa pentingnya fungsi ion Cl dalam proses
fotosintesis fase terang.

Posted by Wordmobi

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    jevri said,

    thx ya…
    artilelnya bagus bgt…
    jg kelar nih tgs…

  2. 2

    jevri said,

    thx ya…
    artilelnya bagus bgt…
    jg kelar nih tgs…
    ^___ ,^

  3. 3

    sietawill said,

    yupz… Sama-sama. Trimakasih kunjungannya..


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: